Dunia investasi selalu menarik untuk dibicarakan, terutama bagi kita yang ingin menumbuhkan aset dengan cara yang berkah. Ada banyak sekali hal tentang investasi yang harus kita pahami, apalagi pasar modal syariah sering kali fluktuatif, dan kita sebagai seorang investor harus siap dengan segala perubahan tersebut.
Pada dasarnya, setiap orang berhak untuk menjadi seorang investor. Akan tetapi, jika kamu ingin menjadi seorang investor syariah sejati, maka kamu harus memiliki beberapa kriteria tertentu untuk memastikan hartamu tidak hanya tumbuh, tapi juga terjaga kehalalannya.
Mari kita bahas 5 tanda bahwa kamu memang sudah siap menjadi investor syariah sejati!
1. Sudah Memiliki Dana Darurat
Mengapa dana darurat harus dimiliki oleh seorang investor syariah? Karena pada dasarnya, seorang investor sejati berinvestasi menggunakan uang dingin, alias uang yang kemungkinan besar tidak akan terpakai dalam jangka waktu yang panjang.
Sedangkan kalau kamu belum memiliki dana darurat, maka uangmu masih dikategorikan sebagai uang panas. Uang panas adalah uang yang kamu pakai untuk kebutuhan sehari-hari dan biasanya sering keluar-masuk di rekening kamu. Dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk menghadapi situasi mendadak, dan seorang investor harus memilikinya untuk mem-back-up keuangannya saat ini.
Jika kamu memaksakan investasi tanpa dana darurat, lalu tiba-tiba ada kebutuhan mendesak, kamu akan terpaksa menjual aset investasimu meskipun harganya sedang turun. Hal ini tentu akan merugikan tujuan finansialmu.
2. Tidak Memiliki Banyak Hutang, Terutama yang Mengandung Riba
Salah satu tanda lain bahwa kamu sudah siap menjadi seorang investor adalah tidak memiliki banyak hutang. Dalam Islam, berhutang memang diperbolehkan, namun harus dipenuhi sebagai sebuah kewajiban. Akan tetapi, jika hutang terlalu banyak hingga melampaui pemasukan, artinya kamu masih memiliki masalah finansial yang harus dibenahi lebih dulu.
Hutang adalah sebuah tanggungan dan terdapat hak orang lain di dalamnya. Sebagai investor syariah, kita harus lebih berhati-hati agar tidak memiliki hutang yang mengandung Riba, karena tujuan utama investasi syariah adalah mencari keberkahan. Jangan sampai kamu berhutang demi meraih keuntungan investasi (spekulasi); kenyataan di pasar modal tidak selalu memberikan keuntungan instan.
3. Memiliki Ilmu Keuangan dan Pemahaman Syariah yang Cukup
Investasi bukan seperti judi (Maysir) yang hanya bergantung pada keberuntungan. Keputusan investasi harus berdasarkan analisa yang mendalam. Bagi investor syariah, ilmu yang dibutuhkan tidak hanya soal fundamental dan teknikal, tapi juga pemahaman mengenai instrumen yang halal seperti Saham Syariah, Sukuk, atau Reksa Dana Syariah.
Ilmu investasi tidak selalu harus dipelajari di bangku perkuliahan secara formal. Saat ini banyak sekali media pembelajaran mulai dari buku, jurnal penelitian finansial, hingga artikel ringan yang membahas tentang halal screening dan pasar modal syariah. Pelajari semuanya dan ikuti seminar pelatihan agar kamu memiliki bekal yang kuat sebelum benar-benar terjun ke dunia investasi.
4. Sudah Pandai Mengatur Keuangan Pribadi (Maqasid Syariah)
Sebelum mencoba terjun ke dunia investasi, pastikan kamu sudah pandai mengatur keuangan pribadi. Dalam Islam, ini berkaitan dengan prinsip menjaga harta (Hifdz al-Maal). Kamu harus mengerti bagaimana cara mencatat arus kas, cara menabung yang benar, dan bagaimana cara berhemat tanpa menjadi kikir.
Seorang investor syariah harus pandai membedakan mana kebutuhan (Dharuriyyat) dan mana keinginan (Hajiyat/Tahsiniyat). Jangan sampai karena menginginkan sesuatu yang sebetulnya tidak mendesak, kamu terburu-buru menjual aset syariah yang sedang kamu kembangkan.
5. Memiliki Ketenangan dan Sifat Tawakkal
Dalam membuat keputusan investasi, kita tidak boleh terburu-buru. Seorang investor harus memiliki jiwa yang tenang dan mampu berpikir untuk jangka panjang. Jangan mudah terkena fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Hanya karena orang lain menjual saham syariah tertentu, jangan lantas kamu ikut menjualnya tanpa mempelajari situasinya terlebih dahulu.
Dunia investasi adalah dunia yang cepat sekali berubah. Jika kamu tidak pandai beradaptasi dan mudah panik saat melihat fluktuasi harga (kerugian sementara), hal itu bisa berakibat fatal. Dengan memiliki ketenangan, kamu akan berpikir lebih jernih dan tidak asal dalam mengambil keputusan. Kesalahan dalam membuat keputusan investasi karena emosi bisa berujung pada kerugian yang besar.
Siap menjadi investor syariah?
Bagaimana? Apakah 5 tanda ini sudah ada dalam diri kamu? Jika memang sudah ada, maka insya Allah kamu sudah siap menjadi seorang investor syariah sejati yang mencari pertumbuhan aset sekaligus keridaan Allah subhanahu wa ta’ala!